Layung Kristi
Disalin

SOGIESC

  • Apa Pentingnya Memahami SOGIESC?

Di banyak tempat, orang-orang lesbian, gay, biseksual, transgender, interseks, queer, maupun ragam identitas lain (LGBTIQ+) masih saja mengalami pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Orientasi seksual, identitas gender, ekspresi gender, dan/atau karakteristik seks (SOGIESC) mereka dianggap tidak sesuai dengan norma gender pada struktur sosial dan budaya mayoritas; yang tidak jarang dilegitimasi oleh hukum dan tafsir agama yang bias. LGBTIQ+ memiliki resiko tinggi untuk mengalami berbagai bentuk kekerasan, pelecehan, diskriminasi, dan eksploitasi. Oleh sebab itu, banyak yang mencoba menyembunyikan identitas dirinya karena ketakutan dan ancaman-ancaman tersebut. Setiap detik hidup orang-orang LGBTIQ+ adalah perjuangan untuk tidak mengalami kesakitan, pengabaian, penolakan dan peminggiran.

  • Apa Definisi SOGIESC?

Adalah akronim dari Sexual Orientation, Gender Identity, Gender Expression and Sex Characteristic atau dalam bahasa Indonesia adalah orientasi seksual, identitas gender, ekspresi gender dan karakteristik seksual. Yaitu istilah umum (payung) untuk semua orang yang karena orientasi seksual, identitas gender, ekspresi gender, dan/atau karakteristik seksnya, ditempatkan di luar kategori normatif sosial-budaya. Setiap manusia memiliki SOGIESC, namun tidak semuanya menjadi target kebencian, stigma dan diskriminasi.

LGBTIQ+ adalah akronim untuk lesbian, gay, biseksual, transgender, interseks, queer, dan identitas beragam lainnya. Tanda plus (+) mewakili individu dengan SOGIESC diluar LGBTIQ. Seluruh istilah tersebut digunakan untuk mendefinisikan orientasi seksual dan/atau identitas gender dan/atau ekspresi gender mereka.

Queer digunakan untuk memayungi keragaman orientasi seksual, identitas gender dan ekspresi gender. Pada awalnya, istilah queer digunakan untuk memberikan label negatif bagi orang-orang LGBTIQ+. Namun dalam perkembangannya, kata Queer “direbut” dan didefinisikan ulang secara positif, sebagai simbol perlawanan LGBTIQ+ atas diskriminasi berbasis gender dan seksualitas. 

  • Apa Definisi dan Ragam Orientasi Seksual?

Orientasi Seksual adalah ketertarikan secara emosional, afektif dan/atau seksual, serta memiliki hubungan romantis dengan jenis kelamin tertentu atau gender tertentu; mencakup heteroseksual, homoseksual, biseksual, panseksual, dan aseksual, serta berbagai ekspresi orientasi seksual lainnya. Pada sebagian orang, orientasi seksual ini bersifat cair dan dapat berubah seiring waktu. Pada sebagian lainnya, bersifat bawaan dan tidak dapat berubah. Orientasi seksual dan identitas gender adalah dua hal yang berbeda dan tidak selalu in-line (segaris).

Heteroseksual adalah orang yang tertarik secara emosional, romantis dan/atau seksual kepada orang dengan jenis kelamin atau gender yang berbeda.

Homoseksual adalah orang yang tertarik secara emosional, romantis dan/atau seksual kepada orang dengan jenis kelamin atau gender yang sama. Terdiri dari Gay dan Lesbian.

Lesbian adalah seseorang dengan jenis kelamin perempuan, yang tertarik secara emosional, romantis dan/atau seksual kepada perempuan.

Gay adalah seseorang dengan jenis kelamin laki-laki, yang tertarik secara emosional, romantis dan/atau seksual kepada laki-laki.

Biseksual adalah seseorang yang memiliki ketertarikan secara emosional, romantis dan/atau seksual kepada kedua jenis kelamin; yang bisa terjadi pada waktu yang sama ataupun berbeda.

Panseksual adalah seseorang yang memiliki ketertarikan secara emosional, romantis dan/atau seksual orang lain dengan jenis kelamin, identitas gender dan ekspresi gender apapun.

Aseksual adalah seseorang yang tertarik secara emosional dan romantis kepada seseorang, namun tidak memiliki ketertarikan secara seksual.

  • Apa Definisi dan Ragam Identitas Gender?

Identitas Gender adalah pengalaman personal seseorang secara mendalam, terkait gender; mungkin sesuai ataupun tidak sesuai dengan jenis kelamin yang ditetapkan saat lahir, ataupun gender yang dilekatkan oleh masyarakat. Identitas gender mencakup perasaan pribadi tentang tubuh, baik itu melibatkan atau tidak melibatkan keinginan untuk merubah  penampilan atau fungsi tubuh melalui cara medis, bedah, atau cara lain. Identitas gender berbeda dari orientasi seksual, dan ada kemungkinan tidak in-line (segaris).

Cis/cisgender adalah seseorang yang identitas gendernya selaras (in-line) dengan jenis kelamin lahir mereka. Orang-orang Cis bisa memiliki orientasi seksual apapun.

Trans/transgender adalah seseorang yang identitas dan ekspresi gendernya berbeda dari jenis kelamin yang ditetapkan saat lahir. Seorang transgender dapat memiliki orientasi seksual apa pun.

Non-biner adalah seseorang yang identitas gendernya di luar garis biner gender laki-laki (maskulin)-perempuan (feminin). Istilah ini dapat mencakup berbagai pengalaman gender, termasuk orang-orang dengan identitas gender spesifik selain laki-laki atau perempuan, orang-orang yang mengidentifikasi diri sebagai dua gender atau lebih (bigender atau pan/polygender), dan orang-orang yang tidak mengidentifikasi diri dengan gender apa pun (agender). Orang non-biner juga dapat menggambarkan diri mereka sebagai “gender queer” atau “gender fluid” (seseorang yang gendernya tidak tetap dari waktu ke waktu).

Trans, transgender, non-biner, gender fluid, dan gender non-conforming adalah istilah untuk mewakili berbagai perasaan personal seseorang, tentang gender yang berbeda dari jenis kelamin yang ditetapkan saat lahir, serta gender yang dilekatkan oleh masyarakat; apakah seseorang merasa sebagai laki-laki, perempuan, lebih dari satu gender, ataupun tanpa gender.

Gender ketiga/jenis kelamin ketiga adalah orang-orang yang tidak mengidentifikasi diri sebagai laki-laki atau perempuan, atau yang gendernya tidak dianggap sebagai laki-laki atau perempuan, dan/atau individu yang identitas gendernya tidak sesuai dengan jenis kelamin yang ditetapkan saat lahir. Istilah ini digunakan untuk seseorang atau kelompok dengan identitas gender tertentu yang mungkin diakui ataupun tidak secara hukum. Sebagai contoh adalah Muxhe di Meksiko, Khawaja Sera di Pakistan, Hijra di Bangladesh, dan Fa’afafine di Samoa. Beberapa kelompok ini memiliki pengakuan gender ketiga secara hukum serta peran sosial, budaya, dan ekonomi spesifik yang mereka mainkan dalam masyarakat masing-masing.

  • Apa Definisi dan Ragam Ekspresi Gender?

Ekspresi Gender adalah manifestasi eksternal gender setiap orang, yang bisa saja sesuai atau tidak sesuai dengan ekspektasi normatif budaya tentang penampilan dan perilaku maskulin atau feminin. Individu menggunakan berbagai isyarat – seperti nama, kata ganti, perilaku, pakaian, gaya rambut, suara, tingkah laku, dan/atau karakteristik tubuh – untuk menafsirkan gender. Ekspresi gender tidak selalu mencerminkan identitas gender seseorang, yang bisa saja berbeda dari orientasi seksual, atau identitas gender mereka.

Gender dysphoria adalah ketidaknyamanan klinis yang dirasakan secara terus menerus oleh seseorang, akibat ketidaksesuaian gender, yaitu kondisi dimana identitas gender seseorang tidak sama dengan jenis kelamin yang ditetapkan pada saat lahir. 

Transisi adalah proses penyesuaian penampilan gender seseorang, agar lebih sesuai dengan identitas gendernya. Proses transisi ini memakan waktu lama, yang mencakup aspek pribadi, medis, dan hukum; seperti pemberitahuan kepada keluarga, teman, dan rekan kerja; penggunaan nama, kata ganti, dan/atau gelar yang berbeda; perubahan penampilan (pakaian dan atribut lain); perubahan pada dokumen-dokumen formal; dan terapi hormon, operasi penyesuaian jenis kelamin atau jenis perawatan lainnya. Langkah-langkah dalam transisi berbeda pada setiap orang.

Perawatan konfirmasi/afirmasi gender adalah berbagai intervensi medis yang mungkin menjadi bagian dari proses transisi. Tidak semua transgender memilih atau mampu membayar intervensi medis seperti terapi hormon atau operasi. Akan tetapi, di banyak negara, perawatan konfirmasi/penegasan gender menjadi syarat pengakuan penyesuaian gender secara hukum.

Passing adalah serangkaian upaya agar seseorang dianggap cisgender atau heteroseksual oleh orang lain, sebagai strategi pencegahan terhadap kekerasan dan diskriminasi. Cisgender memiliki kerentanan yang lebih rendah terhadap kekerasan berbasis gender, sehingga sebagian orang non-cisgender terpaksa harus menyembunyikan identitas atau ekspresi gender mereka. “Berpenampilan” bukanlah tujuan bagi semua orang dengan orientasi seksual atau identitas gender yang beragam, serta tidak dapat dilakukan oleh banyak orang akibat hambatan situasional, keluarga, medis, fisiologis, dan finansial.

  • Apa Definisi dan Ragam Karakteristik Seks?

Karakteristik seks adalah ciri fisik setiap orang, yang berkaitan dengan jenis kelamin; termasuk didalamnya adalah kromosom, gonad (organ reproduksi), hormon seks, alat kelamin, dan ciri fisik sekunder lain yang muncul setelah pubertas.

Assigned sex at birth (jenis kelamin yang ditetapkan pada saat lahir) adalah jenis kelamin yang ditetapkan pada seseorang saat lahir, biasanya berdasarkan anatomi (organ) eksternal bayi. Biasa disebut sebagai “jenis kelamin lahir (birth sex)” atau “natal sex” (dari kata neonatus). Frasa “assigned female at birth” (AFAB) dan “assigned male at birth” (AMAB) digunakan untuk menyebut orang-orang dengan karakteristik jenis kelamin laki-laki atau perempuan yang khas, terlepas dari identitas atau ekspresi gender mereka.

Endosex: Menggambarkan seseorang yang lahir dengan karakteristik seks yang sesuai dengan gagasan biner gender tipikal, tentang tubuh laki-laki atau perempuan (misalnya, bukan interseks). Seseorang endoseks dapat mengidentifikasi diri dengan identitas gender apa pun dan orientasi seksual apa pun.

Intersex adalah istilah umum untuk menggambarkan orang-orang yang lahir dengan karakteristik seks biologis alami yang tidak sesuai dengan standar maskulinitas dan feminitas yang ditetapkan secara budaya. Karakteristik seks ini meliputi variasi pada tingkat kromosom, gonad, hormon seks, alat kelamin, dan fitur fisik sekunder yang muncul setelah pubertas. Perkiraan jumlah interseks dunia mencapai 0,5 – 1,7% dari toal populasi, yang terbagi menjadi lebih dari 40 variasi interseks, diperkirakan bahwa 0,5-1,7% populasi dunia memiliki ciri-ciri interseks. Seseorang yang interseks dapat mengidentifikasi diri dengan identitas gender apa pun dan orientasi seksual apa pun.

Sumber: https://www.refworld.org/policy/opguidance/unhcr/2021/en/123840

Feel Free to Contact Us
Layung Kristi
Layung Kristi adalah komunitas Queer Katolik yang bertumbuh di wilayah Keuskupan Agung Semarang.
Layung Kristi